Semarakkan HUT RI, BAZNAS Luncurkan Program “Zakat untuk Indonesia”



Konferensi Pers Zakat untuk Indonesia dalam rangka memperingati HUT RI ke-72, yang digelar di Kantor BAZNAS, Jakarta, Senin (7/8). Foto: (Istimewa/BAZNAS)

Konferensi Pers Zakat untuk Indonesia dalam rangka memperingati HUT RI ke-72, yang digelar di Kantor BAZNAS, Jakarta, Senin (7/8). Foto: (Istimewa/BAZNAS)

Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Festival Zakat dan BAZNAS Award 2017 dengan tema “Zakat untuk Indonesia”.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Turut hadir Direktur Koordinasi Pengumpulan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional M. Arifin Purwakananta, Direktur Koordinasi Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang, dan Diklat Nasional Mohd. Nasir Tajang, dan Direktur Koordinasi Keuangan, SDM dan Umum Kiagus M. Tohir

“Memperingati HUT RI ke-72, BAZNAS akan menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam program bertema ‘Zakat untuk Indonesia’,” ujar Zainul.

Menurut dia, ini sesuai imbauan Menteri Sekretaris Negara selaku Ketua Panitia Negara Perayaan Hari-Hari Nasional dan Penerimaan Kepala Negera/Pemerintah Asing/Pimpinan Organisasi Internasional Nomor: B-545/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2017 tentang Partisipasi Menyemarakkan Bulan Kemerdekaaan.

“Kami akan menghelat banyak kegiatan,” ucap dia. Antara lain, jelas dia, BAZNAS Award 2017 yang menyediakan 25 penghargaan untuk media, penulis buku zakat dan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ).

Selain itu, juga ada aneka lomba seperti cipta board game zakat, pidato zakat, cipta jingle dan mars zakat, dan cipta vlogging zakat. Kegiatan ini pun dilengkapi acara wisuda penerima beasiswa BAZNAS, dan Malam Penganugerahan BAZNAS Award 2017.

“Ini adalah kampanye akbar mengawal kebangkitan zakat, agar masyarakat semakin menyadari kewajiban menunaikan Rukun Islam ketiga melalui lembaga-lembaga resmi,” kata Zainul.

Puncak acara akan digelar selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 23, 24, 25 Agustus 2017 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut Zainul, kegiatan besar yang mengundang banyak instansi zakat ini, adalah yang pertama di Indonesia.

“Kita berharap potensi zakat yang mencapai 90 triliun rupiah ini bisa terhimpun melalui sinergi para pegiat zakat dari pusat sampai daerah,” ujar dia.

Apalagi, lanjut Zainul, Presiden Jokowi memiliki kepedulian yang besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui instrumen zakat.

“Beliau langsung memberikan contoh dengan membayarkan zakat di Istana bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan mengajak serta para menteri dan pejabat eselon satu dan dua serta para pengusaha,” ucap Zainul.

10.000 Beasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Zainulbahar Noor menjelaskan, BAZNAS menyalurkan sekitar 1.000 beasiswa per tahun.

“Pada 2017 ini, kami akan mewisuda seratusan penerima beasiswa. Kami akan membentuk organisasi sebagai forum silaturahim sekitar 3.000 alumni. Kami berharap bisa mencapai target 10.000 alumni pada tahun 2020,” ujar salah satu pendiri dan dirut pertama Bank Muamalat ini.

Zainul yang mantan bankir Citi Bank ini menjelaskan, sebagai lembaga negara yang berwenang mengelola dana zakat, infak dan sedekah secara nasional, BAZNAS berupaya menjadi bagian penting dalam berkontribusi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, penanganan fakir dan miskin, serta peningkatan kualitas umat dan mutu kehidupan masyarakat.

“Pada puncak acara kami akan mewisuda peserta penerima beasiswa BAZNAS dari tujuh perguruan tinggi negeri,” ujar mantan Dubes RI untuk Yordania merangkap Palestina ini.

Untuk S1 yakni, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Universitas Terbuka (UT).

Untuk wisudawan master (S2) dan doktor (S3) berasal dari UI, Universitas Ibnu Khaldun, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Walisongo Semarang, Universitas Islam 45 Bekasi, Universitas Islam Asy Syafi’iyah, Universitas Az-Zahra, dan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ).

BAZNAS Award 2017

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Zakat dan BAZNAS Award 2017, Jaja Jaelani, menambahkan, puncak acara dilangsungkan pada Malam Penganugerahan BAZNAS Award 2017, Jumat, 25 Agustus 2017.

Sekjen BAZNAS ini menyebutkan, selain lomba cipta board game zakat, pidato zakat, cipta jingle dan mars zakat, cipta vlogging, dan wisuda peraih beasiswa BAZNAS, pihaknya juga mengadakan BAZNAS Award 2017.

“Kami menyiapkan 25 penghargaan untuk 3 juara level BAZNAS provinsi terbaik, 3 untuk BAZNAS kabupaten/kota, 3 LAZ nasional, 3 LAZ provinsi /kabupaten/kota, 5 kepala daerah,” kata Jaja.

Dia menambahkan, BAZNAS Award 2017 juga memberikan penghargaan untuk 5 media peduli zakat, dan 3 penulis buku perzakatan.

Dia menjelaskan, edukasi zakat menjadi bagian penting dalam upaya sosialisasi sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk berzakat sejak dini. Namun sayang, edukasi zakat masih minim dan monoton. Minimnya alat peraga edukasi zakat menyebabkan kurang masifnya gerakan berzakat hingga kalangan anak-anak.

“Inilah yang mendorong BAZNAS menggelar lomba pembuatan cipta board game. BAZNAS mengajak masyarakat untuk berinovasi agar kesadaran tentang zakat mulai bangkit sejak anak-anak hingga dewasa,” tutur Jaja.

Sementara itu, imbuh dia, jingle dan mars zakat bertujuan untuk membakar semangat juang kebangkitan zakat di seluruh Nusantara.

“Bersama dengan salah satu musisi dan komposer kebanggaan Indonesia, BAZNAS mencari kontestan yang mampu meniupkan spirit kebangkitan zakat melalui lirik dan nada.

Menurur Jaja, jingle dan mars ini dilombakan untuk memperoleh hasil karya terbaik untuk dikukuhkan menjadi salah satu ikon kelembagaan yang membanggakan.

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

 

Comments are closed.