Menteri Agama Tunaikan Zakat melalui BAZNAS



Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin menunaikan zakat penghasilan dan zakat mal sebesar Rp30 juta melalui BAZNAS. Zakat diterima oleh anggota BAZNAS, Irsyadul Halim didampingi Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta dan Sekretaris BAZNAS, Jaja Jaelani, dan Kadiv Pengumpulan UPZ BAZNAS, Faisal Qosim, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (28/5).

Menurut Arifin, pembayaran zakat oleh Menteri Agama ini akan menjadi teladan bagi masyarakat untuk membersihkan setiap harta yang dimilikinya.

“Kami berterimakasih kepada Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin yang telah menjadi muzaki BAZNAS selama beberapa tahun ini dan kami berharap dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujar dia.

Arifin mengatakan, pada Ramadan 1439 H BAZNAS memiliki berbagai program untuk memberikan pelayanan kepada para muzaki (masyarakat yang menunaikan zakat) dan mustahik (kaum yang layak dibantu).

Untuk program penyaluran, BAZNAS menyiapkan berbagai program meliputi paket Ramadhan Bahagia (PRB), Hidangan Berkah Ramadhan, Masjid Cemerlang dan Buka Puasa dengan ribuan anak yatim.
Selain itu, Program Pesantren Ramadhan Kampung Pemulung, Posko BAZNAS Siaga Mudik Lebaran, Pesantren Sociotechnopreneurship BAZNAS se-Jabodetabek, Teras sehat dari Rumah Sehat BAZNAS, Aksi Layanan Aktif BAZNAS dan Pameran produk Pemberdayaan.

“Target penyaluran zakat pada Ramadhan tahun ini di BAZNAS Pusat mencapai Rp22 Miliar untuk 57 ribu mustahik yang akan menerima manfaatnya,” katanya.
BAZNAS juga akan menyalurkan zakat melalui program-program pemberdayaan yaitu Zakat Community Development (ZCD), program microfinance, dan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (PEM).

Selain penyaluran, BAZNAS juga berfokus pada layanan yang memberikan kemudahan pembayaran zakat dengan memperbanyak kanal pembayaran digital. Antara lain melalui digital banking channel yakni transfer ATM, mobile banking, internet banking, SMS banking.

Pada Ramadan ini, BAZNAS menambah kemudahan berzakat melalui e commerce yaitu Lazada dan Shoppee, serta dengan memanfaatkan fasilitas teknologi finansial seperti gopay, m-cash, t-cash, easypay dan uang elektronik.
Masyarakat saat ini juga dapat memanfaatkan inovasi pembayaran zakat melalui QR code, yang memudahkan masyarakat karena ada di fasilitas publik seperti stasiun di Jabodetabek, gerai zakat di 36 lokasi, restoran, cafe dan masjid.

Target penghimpunan zakat oleh BAZNAS se-Indonesia pada Bulan Ramadan diharapkan dapat mencapai Rp3 Triliun, atau hampir 30 persen dari target nasional selama 2018 sebesar Rp8 Triliun. Sementara itu BAZNAS Pusat pada Bulan Ramadan 1439 H ini menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp54 miliar dari target setahun dari target setahun Rp 200 miliar. (*)

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 548 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Comments are closed.