Mencetak 1.000 Ulama


Share on Facebook

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDII), H. Muhammad Noer (dua dari kiri) dan Direktur Pelaksana BAZNAS, Teten Kustiawan (tiga dari kiri) usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama untuk program Kaderisasi Seribu Ulama.

Ulama memiliki peran sentral di tengah kehidupan umat Is­lam, untuk melanjutkan risalah kenabian sepeninggal Nabi Muhammad saw. Karena itu, semestinya, umat Islam memberikan perha­tian yang sangat serius terhadap eksistensi dan kualitas ulama.

Pentingnya posisi ulama di tengah umat semacam ini, secara otomatis membawa kon­sekuensi, bahwa umat Islam seharusnya me­mikirkan dengan serius suatu program peng­kaderan dan pemberdayaan ulama. Upaya ini wajib mendapat dukungan dari seluruh kom­ponen umat, sebab bisa dikatakan, hidup-matinya umat sangat tergantung pada eksistensi dan kualitas ulamanya.

Namun kini, para pemuda memandang masa depan lebih dari sisi materialnya saja. Se­hingga dalam menentukan pendidikan, cend­erung memilih yang mudah mendapatkan pe­kerjaan penghasil uang. Melihat kenyataan ini, profesi ulama jelas masih belum menjadi pili­han di tengah kebutuhan ahli dakwah dalam kehidupan kita.

Dalam rangka melanjutkan tradisi perkad­eran ulama dan menghadapi tantangan dak­wah di bidang keilmuan semacam itulah, maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) meluncurkan program KADERISASI 1.000 ULAMA pada 2008 lalu. Pengkaderan dilakukan dengan cara memberi­kan beasiswa S2 dan S3 kepada para aktifis dak­wah yang terekomendasi organisasi masyarakat is­lam. BAZNAS dan DDII berkomitmen untuk merancang program ini lebih tertata agar semakin banyak ulama yang memi­liki intelektual tinggi se­hingga makin terasa man­faatnya bagi umat muslim di seluruh nusantara.

Karena itu pada Selasa (28/2) lalu, kedua pihak melakukan penandatanga­nan Perjanjian Kerjasama untuk program Kaderi­sasi Seribu Ulama. BAZNAS diwakili oleh Direktur Pelaksana, Teten Kustiawan semen­tara DDII oleh Ketua DDII, H. Muhammad Noer. Diharapkan nantinya para penerima manfaat program KSU dapat melahirkan pe­mikiran-pemikiran yang tertuang dalam ben­tuk tulisan yang mampu membendung arus sekularisme, pluralisme dan liberalisme.

Sejak dimulainya program ini, ulama pe­nerima manfaat program KSU telah berkon­tribusi dalam berbagai acara, salah satunya di setiap Ramadhan, melalui program dakwah kepada umat islam di atas kapal PELNI.

Leave a Comment