BAZNAS-TNI Bangun Madrasah di Wilayah Terpencil



Dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Mabes TNI, membangun madrasah di daerah terpencil.

Hal itu tampak saat BAZNAS-UPZ Mabes TNI meresmikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Al Washliyah (MDTA) di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Senin (30/10/2017).

“Alhamdulillah, bantuan renovasi tiga lokal ini rampung dan sudah bisa dimanfaatkan para siswa untuk kegiatan belajar-mengajar,” kata Sekretaris UPZ Mabes TNI, Letkol TNI Sus Hasanuddin.

Acara ini dihadiri Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Al Washliyah Provinsi Sumut, Isma Padly Pulungan dan jajaran, sejumlah pengurus Al Washliyah Kecamatan Panai Tengah dan Kabupaten Labuhanbatu, perwakilan Bagian Layanan UPZ BAZNAS Dian Syahputra Pasaribu, serta warga dan perangkat Desa Bagan Bilah. Kegiatan tersebut disemarakkan tablig akbar oleh KH. Mashuril Khomis.

Menurut Letkol Sus yang juga Kasubbag Bintalrohis Pusbintal TNI, dana yang dialokasikan untuk pembangunan ini dari BAZNAS-UPZ Mabes TNI sebesar Rp 144.671.000. Lebih lanjut dia menambahkan, pada usia ke-72, TNI terus berusaha untuk dekat dengan rakyat.

“Termasuk menolong masyarakat jika mereka mengalami kesulitan. Karena itu, saat ada madrasah yang perlu donasi, kami bersama BAZNAS langsung memberikan respon. Dengan menggandeng BAZNAS, di mana pun TNI akan selalu dekat dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bagan Bilah Asrul Siregar, menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi BAZNAS dan UPZ Mabes TNI. “Terima kasih kepada BAZNAS dan UPZ Mabes TNI yang telah ikut pembangunan madrasah di daerah kami. Ini merupakan support dan motivasi yang besar kepada masyarakat untuk lebih giat lagi beraktivitas di dunia pendidikan,” katanya.

Hal sama disampaikan Ketau DPW Al Washliyah Provinsi Sumut, Isma Padly Pulungan. “Renovasi pembangunan ini rampung berkat bantuan BAZNAS dan UPZ Mabes TNI yang bahu-membahu bersama warga membuat madrasah menjadi sangat baik dan memenuhi standar sebagai tempat pendidikan yang layak bagi para siswa-siswi,” ucapnya.

Isma juga menyatakan bersyukur atas bantuan renovasi madrasah ini. “Ini akan mendorong anak-anak desa untuk berprestasi dan masyarakat semakin merasakan dampak zakat dalam mengangkat kualitas umat. Alhamdulillah, berkat bantuan ini kita bisa memberikan tempat belajar yang nyaman dan berkualitas untuk generasi kini dan yang akan datang,” ujar ulama dan tokoh pemuda Sumut ini.

Dian Syahputra Pasaribu yang mewakili BAZNAS dan merupakan putra Labuhanbatu, menyatakan kebanggaannya atas peran Al Washliyah memajukan dunia pendidikan. “Sejarah mencatat betapa besar jasa para tokoh Al Washliyah dalam membangun dan mendakwahkan pendidikan Islam di Tanah Air, terutama di Sumatera Utara. Karena itu, mewakili para pimpinan kami di Jakarta, BAZNAS bersama UPZ Mabes TNI turut dan akan terus ambil bagian dalam membantu pembangunan sarana pendidikan milik Al Washliyah,” katanya.

Dian juga mengimbau warga Sumatera Utara, agar ramai-ramai mengirimkan anaknya untuk mengikuti pendidikan formal di madrasah-madrasah milik Al Washliyah. “Bersama BAZNAS dan UPZ TNI, mari kita bersama-sama memajukan dan mendorong kebangkitan zakat di negeri ini. Dengan gerakan zakat yang semakin membumi, BAZNAS siap mendukung program dan menyebarluaskan informasi ini demi memajukan dunia pendidikan, khususnya di Al Washliyah yang ada di Labuhanbatu,” ucapnya.*

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Comments are closed.