BAZNAS Tegur Baznas Bone Terkait Distribusi Zakat Fitrah



Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA memberikan peringatan keras kepada BAZNAS Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan terkait pendistribusian zakat fitrah kepada pihak-pihak yang tak berhak menerimanya.

“BAZNAS akan menerbitkan sebuah surat peringatan keras atas pelanggaran yang dilakukan tersebut,” ujar Prof Bambang di Jakarta, Senin (11/6).

BAZNAS menerima informasi bahwa BAZNAS Kabupaten Bone menyalurkan sebagian zakat fitrah pada para camat, Kepala Kantor Urusan Agama kepala desa hingga 40 persen dari total zakat yang terkumpul.

Merespon masalah tersebut, BAZNAS kemudian menerjunkan tim Satuan Audit Internal (SAI) dan Biro Hukum untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Ketua BAZNAS Kabupaten Bone mengakui menyalurkan zakat fitrah yang terkumpul sampai dengan 40 persen untuk dibagi kepada amil. Tentu itu tidak wajar karena mestinya hak amil hanya 12,5 persen,” katanya.

Menurut Prof Bambang, setelah berkomunikasi dengan tim SAI dan Biro Hukum, Ketua BAZNAS Kabupaten Bone menarik keputusan tersebut dan melakukan koreksi.

Untuk menghindari kejadian serupa, BAZNAS akan menerbitkan surat edaran kepada BAZNAS provinsi dan BAZNAS Kabupaten/kota serta lembaga amil zakat (LAZ) di bawah koordinasi BAZNAS mengenai pedoman distribusi zakat fitrah.

Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan, BAZNAS selalu mengingatkan bahwa pendistribusian harus dilakukan sesuai perundang-undangan dan ketentuan syariah.

“Segenap lapisan amil BAZNAS harus memperhatikan aturan-aturan yang ada, sebab zakat diatur undang-undang negara dan syariah dalam Al-Quran,” katanya. (*)

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 548 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Leave a Comment