BAZNAS Jadi Tamu Kehormatan Negara Malaysia



Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA bersama Wakil Ketua BAZNAS, Dr Zainulbahar Noor, SE, M.Ec berkunjung dan memenuhi undangan Pusat Pungutan Zakat-MAIWP, di Wisma PPZ, Dataran Shamelin, Kuala Lumpur, Kamis (8/2). Ketua dan Waka BAZNAS yang didampingi  Dato' Seri Chairul Anhar diterima langsung Haji Abdul Hakim Amir Osman selaku Timbalan Ketua Pegawai Eksekutif, Pengurus Besar Kanan Khidman Pengurusan Haji Azrin Bin Dato' Haji Abdul Manan dan Azhan Ismail Selaku Pengurus Besar Kewangan PPZ. (FOTO: Istimewa/BAZNAS)

Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA bersama Wakil Ketua BAZNAS, Dr Zainulbahar Noor, SE, M.Ec berkunjung dan memenuhi undangan Pusat Pungutan Zakat-MAIWP, di Wisma PPZ, Dataran Shamelin, Kuala Lumpur, Kamis (8/2). Ketua dan Waka BAZNAS yang didampingi Dato’ Seri Chairul Anhar diterima langsung Haji Abdul Hakim Amir Osman selaku Timbalan Ketua Pegawai Eksekutif, Pengurus Besar Kanan Khidman Pengurusan Haji Azrin Bin Dato’ Haji Abdul Manan dan Azhan Ismail Selaku Pengurus Besar Kewangan PPZ. (FOTO: Istimewa/BAZNAS)

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi tamu kehormatan negara jiran Malaysia. Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA dan Wakil Ketua BAZNAS Dr Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, akhir pekan lalu memenuhi undangan kenegaraan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi, Perdana Menteri Hal Ehwal Agama Dato’ Seri Jamil Khir Bin Baharom.

Dalam lawatannya, Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS didampingi Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Selain memenuhi undangan kenegaraan Wakil PM Malaysia, Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS juga mengunjungi Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP).

Dalam kunjungannya ke PPZ, Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS diterima langsung Haji Abdul Hakim Amir Osman selaku Timbalan Ketua Pegawai Eksekutif, Pengurus Besar Kanan Khidman Pengurusan Haji Azrin Bin Dato’ Haji Abdul Manan dan Azhan Ismail selaku Pengurus Besar Kewangan PPZ.

Menurut Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor, Malaysia sangat mendukung gerakan zakat yang digelorakan BAZNAS di Indonesia dan bahkan dunia.

“Tidak saja pengurus PPZ, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Agama Malaysia juga sangat antusias untuk membantu BAZNAS dalam mewujudkan program-program penghimpunan, penyaluran dan pertanggungjawaban pengelolaan zakat,” tutur Zainul di Kuala Lumpur, akhir pekan lalu.

Menurut Zainul, hubungan kedua negara Indonesia dan Malaysia dalam bidang perzakatan sangat erat dan saling mendukung. Apalagi mengingat Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo merupakan sekjen World Zakat Forum (WZF).

Menurut mantan Dubes Yordania merangkap Palestina ini, dalam pertemuan dengan Wakil PM Malaysia dan PPZ, BAZNAS juga menginisiasi pembentukan dewan fatwa kawasan yang dipimpin ahli-ahli fatwa atau ulama dari Malaysia dan juga anggota fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) khusus tentang fatwa zakat.

“Ini titik awal kita bergerak dalam satu koridor yang sama dan kita akan bergerak lagi di tempat lain. Kita akan menjadi engine bagaimana pola penghimpunan dan pendistribusian zakat dunia dan akan kita bawa pada pertemuan WZF nanti,” ucapnya.

Untuk mewujudkan sistem manajemen zakat yang berkelas dunia, tutur Zainul, saat ini BAZNAS tengah menyempurnakan sistem yang ada di internal lembaga pemerintah nonstruktural ini. Baik tentang penghimpunan, penyaluran, pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan zakat. Sistem yang dibangun akan terintegrasi total dengan BAZNAS kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia.

“Kami juga sedang mencari konsultan information technology (IT) yang berkelas dunia, yang bisa menciptakan sistem IT total terintegrasi di 509 BAZNAS daerah provinsi, kota/kabupaten di Indonesia. Kita berharap ada kantor konsultan yang mau investasi dan belakangan pembayarannya,” tuturnya.

Lebih jauh Zainul mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan BAZNAS juga akan menggandeng satelit Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai kesiapan untuk mengantisipasi jumlah penghimpunan yang besar bila peraturan presiden (perpres) tentang tentang pemotongan gaji apatur sipil negara (ASN) disetujui dan ditandatangani Presiden Jokowi.

“Sistem IT yang luar biasa mapan, sangat penting pada saat jumlah zakat yang terhimpun demikian besar,” ujarnya.

BAZNAS juga akan membuka gerai zakat dan membentuk UPZ BAZNAS di Kantor Kedubes RI di Malaysia. Rencana ini sudah disetujui Wakil PM Malaysia dan juga Dubes RI untuk Malaysia.

Zainul mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena BAZNAS ditempatkan sebagai lembaga yang setara dengan kementerian dan berwenang penuh untuk pengentasan kemiskinan.

“Dibutuhkan political will dan juga perundang-undangan yang mendukung program pengelolaan zakat dari pemerintah, sehingga BAZNAS lebih konsentrasi dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia,” katanya.

Amran Hazali, Presiden Sesi 2012-2013 Badan Kebajikan Pekerja (BAKEP) PPZ mengatakan, PPZ mendukung dan bekerja sama dengan BAZNAS, baik dalam jangka pendek berupa pelatihan antar amil kedua lembaga dan jangka panjang seperti kerja sama yang lebih mengikat, sehingga birokrasi antarkedua negara bisa diminimalkan.

“Kami yakin Insya Allah, program kerja sama dua lembaga antarnegara ini dapat direalisasikan. Lebih rincinya akan dibahas dalam pertemuan antara Menteri Agama Malaysia dan Indonesia serta pimpinan BAZNAS, di Jakarta, Senin (12/2) mendatang,” ujarnya.

Menteri Agama di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Mejar Jeneral (B) Dato’ Seri Jamil Khir Bin Baharom, didampingi PPZ akan berkunjung ke Jakarta, Senin (12/2).

Selain bertemu Menag RI Lukman Hakim Saifuddin, rombongan Kementerian Ehwal Agama negeri jiran tersebut akan bertemu dengan pimpinan BAZNAS yang akan digelar di Grand Hyat, Jakarta.

Kunjungan balasan ini untuk membahas peningkatan kerja sama dalam pengelolaan bidang perzakatan antarkedua negara. (*)

Leave a Comment