BAZNAS dan UNDP Kembangkan SDGs



BAZNAS bersama Badan Program Pembangunan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNDP) mulai mengembangkan Tujuan Pembangunan Global yang Berkelanjutan (SDGs). Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS dengan UNDP Indonesia di Jakarta, Kamis (20/4).

IMG_0103

“Kerjasama ini sangat penting, dan berbagai program dalam kerjasama ini akan menunjukkan bagaimana kuatnya kerjasama ini,” kata Deputi Sekretaris Jendral PBB dan Direktur Asia Pasifik UNDP, Haoliang Xu usai penandatanganan kerjasama.

Pihaknya berharap, kerjasama ini akan menjadi model percontohan yang dapat ditiru di seluruh Indonesia dan negara-negara lain.

Kerjasama antara lain akan berupa pembangunan platform zakat untuk SDGs. Platform ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan peran zakat yang kemudian dapat mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Kerjasama juga mencakup peningkatan dan upaya untuk lebih mengintensifkan penghimpunan zakat melalui Program Zakat Inklusi yang bekerjasama dengan institusi keuangan.

Selain itu, kedua pihak juga menyiapkan program-program peningkatan layanan zakat dan zakat-based sosial finance melalui akses program seperti Zakat Community Development, yakni program pembanguann masyarakat dengan berbagai bidang yang berbasis dana zakat.

Berdasar data yang dimiliki BAZNAS, hanya 2 persen dari total potensi zakat nasional sebesar 18 Miliar Dolar AS per tahun yang dapat dihimpun secara resmi, baik melalui BAZNAS Pusat, BAZNAS di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota serta penghimpunan zakat melalui Lembaga Zakat resmi.

Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA; CA berharap kerjasama dengan UNDP dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat meningkatkan penghimpunan zakat karena kerjasama ini meningkatkan kredibilitas BAZNAS sebagai organisasi pengelola zakat resmi yang dibentuk oleh negara.

“Saya berharap sebelum 2020, institusi zakat akan menjadi institusi keuangan syariah yang disupervisi oleh OJK. Hal ini penting sehingga kelembagaan BAZNAS dan LAZ akan dikelola seperti bank-bank syariah di Indonesia,” katanya.

Sebagai bagian dari perjanjian, saat ini sedang disiapkan program air bersih di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan dana Zakat, Infak dan sedekah yang dihimpun dan dikelola oleh BAZNAS.

Comments are closed.