16 Negara berpartisipasi dalam Konferensi Zakat Dunia atau World Zakat Forum (WZF) 2017 di Jakarta



jakarta

Menteri Agama Lukman Hakim dalam acara pembukaan WZF International Conference 2017

Sebanyak 16 negara mengirimkan delegasi pada acara Konferensi Zakat Dunia atau World Zakat Forum (WZF) 2017 di Jakarta, 15-16 Maret 2017. Selain tuan rumah Indonesia, negara-negara yang sudah memastikan hadir adalah Arab Saudi, Bosnia Herzegovina, Maroko, Malaysia, Bangladesh, Sudan, Brunei Darussalam, Uganda, Nigeria, India, Jepang, Australia, Vietnam, Kamboja dan Cyprus.

Tahun ini tema yang diusung adalah “Penguatan Peran Zakat sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan”

Sekretaris Jendral WZF, Ahmad Juwaini mengatakan para delegasi ini akan membahas upaya-upaya yang bisa dilakukan zakat untuk berkonstribusi menyelesaikan masalah sosial ekonomi dunia, khususnya pengentasan kemiskinan. Hal ini dilatarbelakangi kondisi sebagian besar negara-negara dengan warga mayoritas muslim, penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.

“Strategi pengentasan kemiskinan di negara-negara ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak yang peduli urusan zakat. Diharapkan akan ada sumbangsih pemikiran dalam menghasilkan rumusan yang bernas,” katnya.

WZF adalah konferensi tiga tahunan dengan mengundang orang-orang yang bekerja pada urusan dan kegiatan zakat dari berbagai belahan dunia, termasuk dari negara non-muslim. Periode lalu, acara ini digelar di New York, Amerika Serikat pada 28-29 Mei 2014, dengan nama International Conference of Zakat for Global Welfare.

Selain pembahasan masalah tersebut, konferensi menggelar suksesi pemilihan Sekretaris Jenderal WZF yang baru. “Kami berharap akan dapat dipilih tokoh zakat yang memiliki kepedulian untuk menggerakkan zakat di dunia dan memiliki mobilitas untuk melakukan interaksi dan perjalanan dalam rangka membangun kerjasama dan sinergi di antara pelaku zakat di dunia,” katanya.

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan pihaknya mendukung penuh Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi WZF ini. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian besar pada pengelolaan zakat di tanah air, dengan menerbitkan berbagai aturan perundangan. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia harus mampu menjadi role model pengelolaan zakat di dunia.
Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA mengatakan zakat di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia telah dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen resmi negara dalam upaya mengentaskan kemiskinan. BAZNAS sebagai koordinator pengelola zakat di Indonesia juga terus berupaya melahirkan program-program inovatif agar penyaluran zakat makin efektif dan tepat sasaran.

“Penyelenggaraan WZF 2017 di Indonesia ini sangat penting bagi pengelolaan zakat nasional, agar baik pemerintah maupun masyarakat akan makin yakin dengan manfaat dan peran besar zakat,” katanya.
Tahun ini penghimpunan zakat secara nasional yang dilakukan oleh seluruh organisasi pengelola zakat resmi di Indonesia ditargetkan mencapai Rp 6 trilyun atau meningkat 20% dari tahun 2016. Jumlah tersebut diharapkan dapat mengentaskan 1% penduduk miskin di tanah air atau sekitar 280 ribu jiwa.

Comments are closed.